![]() |
| Ilustrasi DPR-RI |
Jakarta **Indo News** Rencana DPR -RI ingin melakukan Pemekaran Komisi hingga 16 Komisi.
Ditengah Program Pemerintahan yang akan datang yang segera akan dipimpin Presiden Terpilih Jokowi dan JK tentang Pencabutan Anggaran Subsidi BBM sehingga dapat dialihkan ke Subsidi Petani dan Nelayan, Khususnya masyarakat yang Pra sejahtera dan peningkatan APBN sebesar 7,5%, DPR - RI yang baru dilantik mulai mengeluarkan wacana mengejutkan tentang Pemekaran Komisi di DPR-RI.
Wacana Pemekaran ini dimaksud oleh Ketua DPR-RI novanto, untuk memaksimalkan kinerja DPR dalam melakukan Pengawasan dalam Pemerintahan. mengingat, DPR -RI ingin memaksimalkan Kinerja pemerintahan untuk pro rakyat" ujarnya.
Arie Bima Anggota DPR-RI menyatakan bahwa "sia-sia dilakukan pemekaran komisi mengingat komisi yang ada sekarang ini pun belum maksimal dalam bekerja, jika dimekarkan maka anggota dewan akan rapat pertemuan bisa cuma 1 minggu sekali. sementara komposisi saat ini 11 komisi, alangkah lebih baiknya komisi dikembalikan seperti dulu menjadi 9 Komisi, sehingga dapat menghembat anggaran, dan memaksimalkan Kinerja para Anggota dewan" Ujarnya.
bahkan dikalangan masyarakat juga banyak yang menolak Komisi DPR-RI dimekarkan. mengingat Anggaran akan bertambah, Bukan DPR-RI yang perlu dimekarkan, tapi Pemerintah yang perlu aktif dalam melaksanakan program yang pro rakyat, jika Komisi DPR dimekarkan maka sama saja mereka bukan untuk menjadi wakil rakyat yang pro rakyat, tapi wakil rakyat yang haus akan kekuasaan. DPR ditengah utang Indonesia yang begitu banyak, ditengah kondisi subsidi BBM dicabut, dimana Pemerintahan yang mendatang ingin menghemat anggaran untuk melakukan program Pro rakyat, akan tetapi DPR -RI kesempatan untuk menguras APBN dengan melakukan Pemekaran Komisi hingga 16 Komisi. bahkan Pemekaran akan disenergikan dengan Struktur Kabinet Pemerintah.
Pimpinan DPR-RI Periode 2014-2019 telah menunjukkan diri dengan bagi-bagi kekuasaan. "Wacana tentang pengembangan Komisi di DPR-RI merupakan sebagai rencana wacana yang berlebihan dan mubajir" Ujar salah satu anggota F-Hanura. (jaith)






Post a Comment