SenmoNews Update
Showing posts with label ISIS. Show all posts
Showing posts with label ISIS. Show all posts

Sayyid Abbas Araqchi: Stop Pasokan Senjata, ISIS akan Habis

Written By Andrew T Panjaitan.ST on Saturday, September 20, 2014 | 11:33 AM

Islam Times - Indo News - Ancaman Takfiri akan berakhir jika para pendukung teroris ISIS menghentikan dukungan mereka, kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Hukum dan Hubungan Internasional, Sayyid Abbas Araqchi.


Para pendukung regional dan internasional kelompok ISIS harus berhenti mempersenjatai mereka. Jika tidak, serangan terhadapa ISIS akan gagal, kata Araqchi dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB di New York, Jumat (19/9/14). 

"Perang melawan ISIS akan berhasil jika melibatkan semua negara regional dan aktor internasional harus menghentikan bantuan dana kaum ekstrimis, upaya perekrutan dan bantuan lain yang mereka gunakan untuk menebar teror di kawasan ini dan sekitarnya," kata Araqchi. 

Ia menambahkan, lahan kemunculan kelompok-kelompok ekstremis ini disiapkan lewat invasi Irak pada 2003. 

Araqchi mengatakan, ISIS raksasa yang bahkan mengancam penciptanya. 

Wakil menteri luar negeri itu juga mengkritik upaya Barat dan regional yang ingin melemahkan pemerintahan Suriah.[IT/r]

Pejabat Iran: Memerangi ISIS Perlu Kerjasama Regional

Written By Andrew T Panjaitan.ST on Friday, September 19, 2014 | 11:24 AM

Indo News ** Berdasarkan dari pengalaman dalam beberapa dekade terakhir, kami percaya bahwa setiap inisiatif yang realistis untuk menyelesaikan masalah-masalah regional harus dimulai dari dalam [Timur Tengah] dan kerja sama regional. ungkap Araqchi.

Seorang pejabat senior Iran telah menegaskan bahwa perang melawan terorisme Takfiri ISIS memerlukan kerja sama regional. 
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, membuat pernyataan dalam pidatonya pada pertemuan Dewan Keamanan PBB, Jumat (19/9/14). 

Berdasarkan dari pengalaman dalam beberapa dekade terakhir, kami percaya bahwa setiap inisiatif yang realistis untuk menyelesaikan masalah-masalah regional harus dimulai dari dalam [Timur Tengah] dan kerja sama regional. ungkap Araqchi. 

Araqchi mengatakan, ekstremisme yang telah muncul hari ini dalam bentuk kelompok ISIS dan melakukan tindakan barbarisme yang brutal, adalah salah satu ancaman besar yang telah melanda Irak dan Suriah dan cakrawala Timur Tengah. 

Kami secara tegas menolak tindakan usang yang melampirkan nama Islam dengan kegiatan berdarah, seperti yang dilakukan oleh kelompok ISIS. dan hal ini tidak lebih dari sebuah organisasi teroris yang lahir dari kekacauan, "kata pejabat itu.

Editor : Andrew T Panjaitan.ST

Cegah ISIS, Mesjid Harus Waspadai Khatib

Written By Andrew T Panjaitan.ST on Wednesday, September 17, 2014 | 5:47 AM

Menteri Agama menyebutkan paham Daulah Islamiyah atau ISIS merupakan ancaman besar bagi Indonesia, dan upaya pencegahan dilakukan salah satunya meminta ormas Islam melalui tokoh dan pemuka agama lebih selektif dan mewaspadai khatib yang berasal dari luar komunitas tersebut.
Sejauh mana pengaruh paham ISIS di Indonesia, dan bagaimana pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah? Demikian IndoNews mengutip wawancara khusus Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dengan wartawan BBC Indonesia Sri Lestari.

Seberapa besar ancaman Daulah Islamiyah atau ISIS di Indonesia?
Saya pikir ancaman ISIS dalam konteks Indonesia itu cukup besar, bahkan persoalan yang serius menurut saya, karena paham yang dibawa oleh ISIS ini bukan hanya bertentangan dengan paham mayoritas umat Islam di Indonesia, tetapi bisa menganggu bahkan merusak sendi-sendi kehidupan kita berbangsa dan bernegara. Karena mereka punya paham yang sangat khas yang sangat bertentangan dengan paham mayoritas umat Islam di Indonesia yang ahlul sunnah wal jamaah, Islam yang rahmatan lil alamin, Islam yang sangat toleran, Islam yang penuh kedamaian dan Islam yang sama sekali menolak kekerasan. Sementara kehidupan berbangsa Indonesia dengan berdasarkan Pancasila, dimana Indonesia adalah masyarakat yang majemuk, yang plural tidak hanya etnis tetapi juga bahasa dan agama itu akan terganggu dengan itu.
Sejauh ini berapa besar pengaruh paham ISIS di Indonesia?
Sebenarnya belum besar tetapi embrio sekecil apapun yang dapat merongrong dan mengancam keutuhan kita sebagai bangsa itu harus ditanggapi serius, seperti demo dengan membawa bendera, mereka sudah merekrut para pendukung untuk kegiatan mereka. Meski gerakannya masih sporadis tetapi harus serius diantisipasi oleh pemerintah Indonesia.
Bagaimana pendekatan yang dilakukan oleh pemerintah dalam hal ini kementerian agama?
Pendekatan softpower begitu, jadi intinya melalui tokoh-tokoh agama, pemuka agama, melaui ormas keagamaan, kita ingin menyebarkan pemahaman apa yang dibawa oleh ISIS ini bertolak belakang dengan pemahaman keagamaan kita. Yang paling baik adalah umat Islam memiliki filter pada dirinya dengan pengetahuan yang cukup. Bahwa Islam yang benar adalah Islam yang menebar kemaslahatan bagi sesamanya, Islam yang penuh perdamaian, Islam yang toleran. Islam yang memanusiakan manusia dan bukan memaksakan kehendak. Hal seperti itu yang harus diterjemahkan melalui proses penyadaran. Kami sudah mengadakan pertemuan nasional dengan ormas Islam dan dihadiri oleh tokoh agama, sehingga mereka bisa menularkan di masyarakat masing-masing.
Akhir pekan lalu, kepolisian menangkap warga Turki terkait dengan ISIS, selain itu sekitar 50 warga Indonesia juga disebutkan pergi di Suriah dan Irak, bagaimana kementerian agama melalui tokoh agama untuk mengatasi masalah ini?
itu bagian yang saya tekankan kepada ormas Islam melalui tokoh agamanya, harus lebih selektif dan mewaspadai terhadap adanya orang yang tidak kita kenal, yang mereka dengan leluasa melakukan ceramah-ceramah yang isi nya bertentangan dengan umat Islam di Indonesia. Bukan penceramah dari negara luar tapi orang-orang asing yang tidak dikenal masyarakat, orang asing dalam hal ini adalah mereka yang berasal dari luar komunitas, bukan warga asing. Pemerintah juga memperketat orang Indonesia yang akan berkunjung ke Suriah dan Irak, kalau tidak ada kunjungan yang betul-betul mendesak tidak ada diberikan exit permit, dan sebaliknya orang yang dari negara tersebut perlu dipantau aktivitas hariannya seperti apa. Itu memang ada pengetatan lebih dan penekanan tertentu dalam memonitor pergerakan orang-orang yang kita duga berpotensi menyebarluaskan paham yang bertentangan ini.
Bagaimana dengan adanya sekitar 20 'pesantren' yang disebut menyebarkan ajaran radikal DI?
Pesantren yang sesungguhnya adalah pendidikan Islam yang jika dia pesantren tentunya mengajarkan Islam yang rahmatan lil alamin itu, jadi kalau ada lembaga pendidikan yang menjadi pesemaian terorisme yang mengajarkan kekerasan dan pemaksaan kehendak, saya yakin itu bukan pesantren. Itu harus dilakukan penegakan hukum dengan pendekatan hukum. Kalau itu pesantren dia tidak akan mengajarkan hal-hal yang bertolak belakang dengan ajaran Islam itu sendiri. Dan jika itu ditemukan itu hanya mengatasnamakan pesantren saja.
Peran Indonesia untuk memerangi ISIS?
Kita terus menjalin kerjasama dengan beberapa negara bagaimana Islam yang rahmatan lil alamin, saya juga ikut mendampingi pertemuan presiden dengan mantan PM Inggris Tony Blair pekan lalu. Intinya adalah bagaimana Islam yang rahmatan lil alamin yang menjadi corak di Indonesia sehingga bisa menjadi acuan bagi dunia. Islam di Indonesia yang sangat khas yang bisa dapat dijadikan model dalam menata kerukunan umat manusia di dunia ini.
Sejauh mana pengaruh tindakan ISIS terhadap dunia Islam?
Ini akan sangat merugikan citra Islam yang merupakan agama yang penuh kedaiaman yang membawa keselamatan bagi umat di dunia. Ini terdistorsi, tercemari dengan paham-paham yang mereka bawa, dan ini jadi kewajiban khususnya bagi umat Islam Indonesia dan dunia untuk meluruskan hal-hal seperti itu.(jaith)

Sumber : bbc.co.uk

Menlu AS ke Mesir bahas koalisi lawan ISIS

Written By Andrew T Panjaitan.ST on Saturday, September 13, 2014 | 5:58 AM

Menteri Luar Negeri USA John Kerry
Menteri Luar Negeri AS John Kerry tiba di Mesir pada Sabtu (13/09) ini untuk membetuk sebuah koalisi melawan militan Daulah Islamiyah atau ISIS.
Kerry akan bertemu dengan Kepala Liga Arab Nabil al-Arabi di Kairo dalam rangkaian terakhir kunjungannya di Timur Tengah.

Dia telah mendapatkan dukungan dari 10 negara Arab, termasuk Arab Saudi dan Qatar, tetapi pada Jumat (12/09) dia mengeluarkan keikutsertaan Iran dalam koalisi yang dipimpin AS.
Jumat lalu, CIA menyatakan kelompok militan ini memiliki lebih dari 30.000 pejuang di Suriah dan Irak.
Negara Islam menguasai sebagian besar kawasan Suriah dan Irak, kelompok ini menjadi dikenal karena kebrutalan mereka.
Tetapi beberapa pekan ini, mereka menjadi target serangan udara AS.
Rabu lalu, Presiden AS Barack Obama mengungkapkan rencana ekspansi AS dalam kampanye melawan ISIS.
Dia berjanji akan "memburu teroris yang mengancam negara kami, dimanapun mereka berada."
Sepuluh negara Arab yang telah menandatangani koalisi yaitu : Mesir, Irak, Yordania, Lebanon, Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.
Sabtu ini, Kerry akan bertemu dengan Arabi, Sekjen Liga Arab, untuk membahas bagaimana koalisi ini akan melawan ISIS.
Kerry mengatakan para ahli militer dan intelejen akan menghabiskan waktu beberapa hari untuk menentukan bagaimana kontribusi masing-masing negara dalam koalisi ini.
Tetapi, di Turki, John Kerry mengatakan "tidak tepat" jika Iran bergabung dengan koalisi "karena hubungannya dengan Suriah dan tempat lain".
Iran mendukung pemerintah Presiden Bashar al-Assad di Suriah, ketika AS dan sejumlah negara Eropa dan Teluk mendukung faksi pemberontak yang berniat menggulingkannya.

Editor: Jaith
Sumber : BBC Indonesia

Sosial Indo News

Subscribe via RSS Feed If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.

About Us

 
Support : Creating Website | Senmo News Today | SenmoNews
Copyright © 2013. Senmo News Today - All Rights Reserved
Template Created by Creating blog Senmo News Published by Senmo News
Proudly powered by Blogger