SenmoNews Update
Showing posts with label Internasional. Show all posts
Showing posts with label Internasional. Show all posts

Cerita muslim gaza tentang kebaikan orang Kristen

Written By Andrew T Panjaitan.ST on Wednesday, September 24, 2014 | 12:08 PM

Bagi Mahmud Khalaf, 27 tahun, muslim Gaza yang mengungsi ke Gereja Saint Porphyrius di Kota Gaza merupakan sebuah pengalaman baru yang aneh bahwa dirinya melakukan salat di bawah tatapan sebuah ikon Yesus Kristus.

Namun sejak perang pecah di Gaza, dia tidak punya pilihan selain beribadah di sebuah rumah Tuhan-nya orang Kristen. Di situlah dia berlindung setelah serangan udara Israel menghantam tempat tinggalnya Palestina utara.

"Mereka membolehkan kami berdoa. Hal itu mengubah pandangan saya tentang orang-orang Kristen. Saya benar-benar tidak tahu sebelumnya, tetapi mereka telah menjadi saudara kami," ujar mahmud khalaf

mahmud khalaf  mengaku dia tidak pernah membayangkan akan melakukan salat magrib di dalam sebuah gereja.

"Kami (orang-orang Muslim) berdoa bersama-sama tadi malam, Di sini, cinta antara umat Muslim dan Kristen telah tumbuh." ujar mahmud khalaf

Mahmud Khalaf, yang meninggalkan rumahnya di Shaaf setelah daerah itu menjadi target serangan pesawat tempur Israel, memegang tasbih dengan cemas, tetapi lega karena telah menemukan tempat perlindungan bersama sekitar 500 pengungsi Muslim lainnya.

"Orang-orang Kristen membawa kami masuk. Kami berterima kasih kepada mereka untuk itu, karena berpihak pada kami," kata mahmud khalaf

Mahmud Khalaf kini terbiasa beribadah di tempat sebuah agama yang asing baginya, terutama selama bulan suci Ramadhan ini. Setiap hari dia berkiblat ke Mekkah, membacakan ayat-ayat Al-Quran dan membungkukan diri, seperti yang dia lakukan di masjid.

Para pastor dan umat menghargai para tamu Muslim mereka.

"Tentu saja orang-orang Kristen tidak berpuasa, tetapi mereka dengan sengaja tidak makan di depan kami pada siang hari. Mereka tidak merokok atau minum di sekitar kami," kata Khalaf.

Namun dia mengaku sulit untuk menjalankan perintah-perintah agama selama konflik berdarah dan tanpa pandang bulu yang telah menewaskan lebih dari 800 warga Palestina, sebagian besar warga sipil.

"Saya biasanya merupakan seorang Muslim yang taat, tetapi saya sudah merokok selama Ramadhan. Saya tidak berpuasa, saya terlalu takut dan tegang karena perang" ujar mahmud khalaf

Puasa akan berakhir saat Idul Fitri datang. Namun dengan pengeboman yang sedang berlangsung, ratusan orang tewas dan ribuan kehilangan tempat tinggal, kegembiraan Idul Fitri agak diredam.

"Orang Kristen dan Muslim mungkin merayakan Idul Fitri bersama-sama di sini," kata Sabreen al-Ziyara, seorang wanita Muslim yang telah bekerja di gereja itu selama 10 tahun sebagai petugas kebersihan.

"Namun tahun ini, itu bukan Hari Raya Idul Fitri tetapi pesta para martir," katanya. Ia merujuk dengan hormat kepada mereka yang telah meninggal akibat perang.

Orang Kristen di Gaza telah berkurang jumlahnya menjadi sekitar 1.500. Sementara populasi orang Muslim Sunni mencapai 1,7 juta orang. Komunitas Kristen, seperti di tempat-tempat lain di Timur Tengah, telah menyusut karena konflik dan pengangguran. Namun dalam situasi teror seperti di Gaza, rasa persaudaraan tumbuh di antara mereka.

"Yesus mengatakan, kasihilah sesamamu, bukan hanya keluargamu, tetapi kolegamu, temanmu - Muslim, Syiah, Hindu, atau pun Yahudi,Kami membuka pintu kami untuk semua orang." kata relawan Kristen Tawfiq Khader



Sumber; Islamtoleran

Drone Mata-mata Israel Jatuh di Libanon

Written By Andrew T Panjaitan.ST on Saturday, September 20, 2014 | 11:49 AM

Drone
INDO NEWS ** Pesawat jatuh di Saradah, sekitar 15 kilometer dari garis biru (Blue Line), Sabtu (20/9/14).

Sebuah pesawat tak berawak Israel telah jatuh di wilayah Lebanon selatan Marjayoun dekat perbatasan dengan Israel, menurut laporan media setempat mengatakan. 

Pesawat jatuh di Saradah, sekitar 15 kilometer dari garis biru (Blue Line), Sabtu (20/9/14). 

Angkatan bersenjata Libanon dan pasukan penjaga perdamaian dengan Pasukan Sementara PBB di Lebanon mengepung lokasi kecelakaan tersebut. 

Menurut penyelidikan awal, kerusakan teknis adalah menyebabkan jatuhnya pesawat itu, kata satu sumber keamanan, sebagaimana yang dilansir PressTV. 

Israel melanggar wilayah udara Lebanon hampir setiap hari, mengklaim penerbangan pesawat drone melayani keperluan surveilans. 

Pada tahun 2009, Lebanon mengajukan keluhan pada PBB, menyajikan lebih dari 7.000 dokumen yang berkaitan dengan pelanggaran Israel di wilayah Lebanon.(IT/TGM)

Pesawat Tempur AS Cegat 6 Jet Tempur Rusia

Jet Tempur AS
- Indo News - Dua pesawat tempur Amerika mencegat enam jet tempur Rusia yang ingin memasuki "Identifikasi Zona Pertahanan Udara" AS dekat Alaska, kata pejabat pertahanan AS.

Pesawat pengebom Rusia pada Kamis (18/9/14) mendekati garis berjarak 55 mil dari garis pantai Alaska atau sekitar 40 mil dari garis pantai Kanada, kata Kapten Jeff Davis dari North American Aerospace Defense Command (NORAD: Komando Pertahahan Udara Amerika Utara). 

NORAD menyatakan, dua jet tempur F-22 berhasil mencegat dua pesawat tanker pengisian bahan bakar Rusia IL-78, dua jet tempur Rusia Mig-31 dan dua pengebom jarak jauh Rusia Bear. 

Pesawat Rusia MiG 35 kemudian meninggalkan daerah tanpa insiden. 

Pernyataan itu menambahkan, pesawat pembom Bear Rusia juga dicegat oleh dua jet tempur Kanada CF-18 di Laut Beaufort.

NORAD mengatakan telah mencegat 50 pesawat Rusia dalam lima tahun terakhir ini.

Ribuan Warga Bahrain Tolak Reformasi al-Khalifa

Indo News - Puluhan ribu warga Bahrain turun ke jalan-jalan di ibukota Manama menolak reformasi yang diusulkan rezim al-Khalifa.

Pada Jumat (19/9/14), para demonstran pro demokrasi mengatakan reformasi itu tidak mewakili keinginan rakyat dan oposisi di sana.

Pada hari yang sama, pemimpin gerakan oposisi terbesar Bahrain, Masyarakat Islam Nasional al-Wefaq mengatakan bahwa usulan baru itu "mengabaikan tuntutan sah rakyat," dan "posisi pejabat tetap tidak tersentuh." 

"Keluarga kerajaan mempertahankan semua kekuatan eksekutif, legislatif dan yudikatif,  keamanan, informasi dan kekayaan," kata Sheikh Ali Salman sambil menambahkan, "Solusinya, penguasa harus menyerahkan monopoli semua kekuasaan ini dan menghormati kehendak rakyat."

Sejak pertengahan Februari 2011, ribuan demonstran pro demokrasi mengadakan berbagai aksi demo di jalan-jalan Bahrain menyeru keluarga kerajaan al-Khalifa untuk mundur.

Pada 14 Maret 2011, pasukan dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab menginvasi negara itu untuk membantu pemerintah Bahrain dalam menindak keras para demonstran damai. [IT/r]

Sayyid Abbas Araqchi: Stop Pasokan Senjata, ISIS akan Habis

Islam Times - Indo News - Ancaman Takfiri akan berakhir jika para pendukung teroris ISIS menghentikan dukungan mereka, kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Hukum dan Hubungan Internasional, Sayyid Abbas Araqchi.


Para pendukung regional dan internasional kelompok ISIS harus berhenti mempersenjatai mereka. Jika tidak, serangan terhadapa ISIS akan gagal, kata Araqchi dalam pertemuan Dewan Keamanan PBB di New York, Jumat (19/9/14). 

"Perang melawan ISIS akan berhasil jika melibatkan semua negara regional dan aktor internasional harus menghentikan bantuan dana kaum ekstrimis, upaya perekrutan dan bantuan lain yang mereka gunakan untuk menebar teror di kawasan ini dan sekitarnya," kata Araqchi. 

Ia menambahkan, lahan kemunculan kelompok-kelompok ekstremis ini disiapkan lewat invasi Irak pada 2003. 

Araqchi mengatakan, ISIS raksasa yang bahkan mengancam penciptanya. 

Wakil menteri luar negeri itu juga mengkritik upaya Barat dan regional yang ingin melemahkan pemerintahan Suriah.[IT/r]

Pejabat Iran: Memerangi ISIS Perlu Kerjasama Regional

Written By Andrew T Panjaitan.ST on Friday, September 19, 2014 | 11:24 AM

Indo News ** Berdasarkan dari pengalaman dalam beberapa dekade terakhir, kami percaya bahwa setiap inisiatif yang realistis untuk menyelesaikan masalah-masalah regional harus dimulai dari dalam [Timur Tengah] dan kerja sama regional. ungkap Araqchi.

Seorang pejabat senior Iran telah menegaskan bahwa perang melawan terorisme Takfiri ISIS memerlukan kerja sama regional. 
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, membuat pernyataan dalam pidatonya pada pertemuan Dewan Keamanan PBB, Jumat (19/9/14). 

Berdasarkan dari pengalaman dalam beberapa dekade terakhir, kami percaya bahwa setiap inisiatif yang realistis untuk menyelesaikan masalah-masalah regional harus dimulai dari dalam [Timur Tengah] dan kerja sama regional. ungkap Araqchi. 

Araqchi mengatakan, ekstremisme yang telah muncul hari ini dalam bentuk kelompok ISIS dan melakukan tindakan barbarisme yang brutal, adalah salah satu ancaman besar yang telah melanda Irak dan Suriah dan cakrawala Timur Tengah. 

Kami secara tegas menolak tindakan usang yang melampirkan nama Islam dengan kegiatan berdarah, seperti yang dilakukan oleh kelompok ISIS. dan hal ini tidak lebih dari sebuah organisasi teroris yang lahir dari kekacauan, "kata pejabat itu.

Editor : Andrew T Panjaitan.ST

Arab Tawarkan Bantuan Serangan Udara Terhadap ISIS

Written By Andrew T Panjaitan.ST on Monday, September 15, 2014 | 12:46 AM

Kerry "sangat positif" janji bantuan militer untuk mengatasi ekstremis
Sejumlah negara Arab menawarkan untuk ikut serta dalam melakukan serangan udara terhadap milisi Daulah Islamiyah atau Klik ISIS di Irak, kata sejumlah pejabat Amerika Serikat.
Tetapi semua aksi harus mendapatkan persetujuan pemerintah Irak, tambah mereka.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry mengatakan dia "sangat positif" dengan janji bantuan militer untuk mengatasi kelompok ekstrem.
Dia berbicara di Paris setelah melakukan kunjungan Timur Tengah guna mendapatkan dukungan menumpas DI.
Prancis akan menjadi tuan rumah konferensi internasional hari Senin tentang keamanan Irak dan menangani DI.
Sebelumnya, Australia mengumumkan pengiriman 600 pasukan ke kawasan untuk menghadapi kemungkinan operasi perang terhadap milisi DI di Irak.
Meskipun demikian, Kerry mengatakan kepada CBS hari Minggu bahwa AS tidak memikirkan penempatan pasukan di darat saat ini.
DI sekarang menguasai banyak wilayah di Irak dan Suriah.
CIA memperkirakan kelompok tersebut memiliki sampai 300.000 milisi di kawasan.
Sampai sejauh ini, hampir 40 negara, termasuk 10 negara Arab, menandatangani rencana pimpinan AS untuk mengatasi kelompok ekstrem.

Sumber : BBC.CO.UK

" ISIS Bukan Islam Tapi Monster" Ujar Perdana Menteri David Cameron

Written By Andrew T Panjaitan.ST on Sunday, September 14, 2014 | 10:20 PM

Perdana Menteri Inggris David Cameron. **ft: AFN
LONDON, Indo News - Pembunuhan terhadap pekerja kemanusian asal Inggris, David Haines, "tidak akan membuat Inggris mengabaikan tanggung jawab" untuk bekerja sama dengan para sekutu demi menumpas ISIS, kata Perdana Menteri Inggris, David Cameron, Minggu (14/9/2014). Sebaliknya, "hal itu akan memperkuat tekad kami", tegas Cameron.

Dia berbicara sehari setelah ISIS mengunggah sebuah video yang menunjukkan pemenggalan terhadap Haines. Video tersebut merupakan video terbaru dalam serangkaian video semacam itu yang disebar ISIS.

Cameron berjanji akan bekerja sama dengan AS untuk mendukung "tindakan militer langsung". Dia juga menekankan bahwa "hal ini bukan tentang tentara Inggris (beroprasi) di daratan."

"Kita harus menghadapi ancaman ini," kata Cameron. "Selangkah demi selangkah kita harus mengusir, membongkar, dan akhirnya menghancurkan ISIS dan apa pun singkatannya." Bersama sekutu, kata dia, "Kita akan melakukannya dengan cara yang tenang, hati-hati tetapi dengan tekad baja."

Kelompok itu, yang kini menyebut dirinya Negara Islam, juga dikenal dengan nama ISIS atau ISIL. 

"Organisasi ini merupakan ancaman besar bagi seluruh kawasan Timur Tengah," kata Cameron, yang membuat pernyataan publik sebelum sebuah pertemuan darurat dengan para pejabat keamanan dan intelijen.

Uni Eropa (EU) juga mengecam pembunuhan mengerikan terhadap Haines. Eu mengatakan berkomitmen untuk memerangi teror. "Bersama para mitra internasional dan regional, Uni Eropa akan melakukan apa pun untuk memastikan sebuah akhir dari kampanye teroris mengerikan ini dan semua pelaku harus bertanggung jawab," kata pernyataan Uni Eropa.

Cameron mencantum lima poin dalam strategi Inggris, yaitu: bekerja sama dengan Irak dan pemerintah daerah Kurdi Irak serta membantu mereka melindungi kaum minoritas yang dibantai ISIS; bekerja sama di PBB "untuk memobilisasi kemungkinan dukungan luas" melawan ISIS; berkontribusi pada aksi militer yang dipimpin AS; membantu dalam berbagai upaya kemanusiaan; dan "memperkuat upaya kontrateroris kami di dalam negeri."

Sejumlah warga Muslim Inggris telah bergabung dengan ISIS. Militan yang membunuh Haines dan dua warga Amerika, yaitu James Foley dan Steven Sotloff, mungkin seorang warga Inggris.

Bukan Muslim

Video tentang pembunuhan Haines terlihat sangat mirip dengan video-video yang memperlihatkan pemenggalan Foley dan Sotloff, dan militan yang bertopeng itu terdengar seperti orang yang sama. 

"Telah menjadi tugas pemerintah dan masing-masing kita untuk menyingkirkan racun ini dari masyarakat kita dan untuk membuang ideologi yang menyesatkan ini yang meradikalisasi beberapa orang muda kita," kata Cameron. "Islam merupakan sebuah agama damai," tegas Cameron. Soal kaum militan ISIS dia mengatakan, "Mereka bukan Muslim, mereka adalah monster."

Warga Inggris "perlu tahu bahwa ini merupakan sebuah organisasi fanatik" yang berencana menyerang seluruh Eropa dan Inggris, kata Cameron. "Orang ISIS fanatiklah yang menembak mati empat orang di sebuah museum di Brussels," katanya merujuk kepada Mehdi Nemmouche, seorang warga Perancis dari Roubaix di Perancis utara, yang dituduh telah membunuh empat orang di Museum Yahudi di Belgia pada Mei lalu.

Nemmouche sebelumnya menghabiskan satu tahun di Suriah dan merupakan seorang Islam radikal, kata jaksa kepala Paris pada Juni. Wartawan Perancis, Nicolas Henin, mengatakan bulan lalu bahwa Nemmouche menyiksa para tahanan yang dijaganya ketika dia berperang untuk ISIS di Suriah. "Dia memukul saya beberapa kali. Saya tidak tahu perlakuan buruk lainnya terhadap setiap sandera asing lain yang berada di bawah pengawasannya tetapi saya menyaksikan dia menyiksa sejumlah tahanan lokal."

Video pembunuhan Haines memperlihatkan seorang militan ISIS bertopeng menaruh tangannya kepada seorang tawanan lain, yang ia diidentifikasi sebagai Alan Henning, warga Inggris.

Hari Minggu kemarin, keluarga Henning membagikan foto dirinya sedang menggendong seorang anak kecil di sebuah kamp pengungsi di perbatasan Suriah-Turki. Keluarga itu meminta media untuk menggunakan foto tersebut ketimbang foto Henning berpakaian kuning tengah berlutut di samping penculiknya.

ISIS yang telah menguasai wilayah luas di Suriah dan Irak utara, sebelumnya telah mempublikasikan video mengerikan tentang pemenggalan wartawan AS, Foley dan Sotloff. Kelompok itu juga secara brutal telah membantai sejumlah besar warga Suriah dan Irak di wilayah yang dikuasainya itu.

Dalam dua video sebelumnya, si pembunuh mengarahkan komentarnya kepada Amerika Serikat, yang memulai serangan udara terhadap ISIS di Irak. Namun dalam video terbaru, komentarnya ditujukan kepada Inggris.

"Aliansi jahatmu dengan Amerika, yang terus menyerang umat Islam Irak dan yang paling baru mengebom Bendungan Haditha, hanya akan mempercepat kehancuranmu," kata militan itu.

AS melancarkan serangan udara terhadap posisi ISIS di dekat Bendungan Haditha di  Irak barat minggu lalu dan sedang berusah membangun sebuah koalisi yang terdiri dari sejumlah negara untuk mendukung upaya memerangi kelompok teroris itu.

"Cameron hanya akan menyeretmu dan rakyatmu ke dalam sebuah perang berdarah lain dan tidak dapat dimenangkan," kata pembunuh itu, yang berpakaian serba hitam dengan hanya mata dan tangannya kelihatan. Dia menyebut pemenggalan itu sebagai "pesan kepada para sekutu Amerika."

Seperti para korban lain, Haines tampak berlutut di samping algojo itu dengan latar belakang  lanskap gurun yang tandus. Haines mengenakan jumpsuit oranye terang. Dia telah diperlihatkan secara singkat sebelumnya dalam video tentang pembunuhan Sotloff.



Sumber: CNN, Kompas

Sosial Indo News

Subscribe via RSS Feed If you enjoyed this article just click here, or subscribe to receive more great content just like it.

About Us

 
Support : Creating Website | Senmo News Today | SenmoNews
Copyright © 2013. Senmo News Today - All Rights Reserved
Template Created by Creating blog Senmo News Published by Senmo News
Proudly powered by Blogger