Grobogan ** INDO NEWS – Puluhan mahasiswa Melakukan Aksi Unjuk Rasa menolak pembahasan RUU ‘Pilkada Tidak Langsung’ di DPR RI. Mahasiswa yang tergabung Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) tersebut menilai langkah DPR RI yang akan menetapkan RUU ini menjadi Undang-Undang (UU) pada 23 September 2014 merupakan bentuk sabotase hak-hak memilih rakyat yang sejatinya dijamin konstitusi.
“Kita harus melawan upaya DPR RI membahas RUU Pilkada Tidak Langsung, karena itu merupakan bentuk anti demokrasi,” teriak Intan bersama teman-temannya yang tergabung Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) setempat di depan pintu gerbang Gedung DPRD Grobogan Jalan Bhayangkara Purwodadi.
Sambil membentangkan beberapa sepanduk bertuliskan penolakan pembahasan RUU Pilkada, para pendemo juga menuntut DPRD Grobogan juga menolak hal sama. Namun upaya masuk ke gedung wakil rakyat, mereka dihalang-halangi puluhan petugas kepolisian dan pintu gerbang dikunci dari dalam. “Hai wakil rakyat, kalau tidak mau keluar menemui kami, maka kami yang akan menemui bapak-bapak ke dalam gedung,” teriak Edi, pendemo lain.
Menurut Edi, perlawanan untuk menolak RUU Pilkada Tidak Langsung ini penting dilakukan, karena hanya melalui pilkada langsung yang benar-benar bisa memunculkan pemimpin yang dikehendaki rakyat dan bisa dikontrol. Sementara pilkada oleh DPRD tidak ada jaminan bisa menghasilkan pemimpin berkualitas. Edi juga menegaskan, adanya argumen bahwa pilkada langsung sangat mahal adalah sesat dan menyesatkan. Justru jika pemilukada diserahkan DPRD, hal itu akan sangat berbahaya. Karena akan terjadi konspirasi antara legislatif dan eksekutif yang akan menggerogoti APBD.
Setelah orasi sekitar setengah jam, Wakil Ketua DPRD HM Nurbiwo dan anggota Komisi A HM Misbah menemui para pendemo. Dalam intinya, kedua wakil rakyat tersebut sependapat dengan para pendemo. Namun masalah pembahasan RUU Pilkada merupakan wewenang DPR RI bersama pemerintah pusat. “Kami hanya bisa menyampaikan aspirasi mahasiswa. Kami juga siap menandatangani surat pernyataan penolakan RUU Pilakada Tidak Langsung,” kata Nurwibowo, yang disambut tepuk tangan para pendemo. Wakil rakyat dari PKB tersebut kemudian penandatangani surat pernyataan bermateria yang disodorkan mahasiswa.
Sumber: krjogja





Post a Comment